Titik Panas Mulai Terpantau

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau membuat titik panas (Hot Spot) di sejumlah Bumi Lan Serasan Sekentenan. Sehingga, dengan kondisi ini potensi kebakaran lahan akibat terik panas matahari mulai diwaspadai.

Muat Lebih

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Paisol kepada Harian Silampari, Rabu (3/4).

Dijelaskannya, bahwa sejak beberapa bulan terakhir sejumlah Hot Spot mulai terpantau. Namun, meskipun ada Hotspot belum ada terpantau api pembakaran karena dilihat dari confidence atau akuratisasinya.

“Jika Confidence diatas 80 persen kemungkinan besar ada titik api. Namun, jika dibawah itu baru titik panas,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, untuk saat ini sedang berlangsung peralihan dari musim penghujan ke kemarau yang membuat terjadinya cuaca ekstrem yang ditandai dengan panas yang menyengat berlebihan, angin deras dan seketika turun hujan lebat.

“Kondisi cuaca ekstrem ini disamping kebakaran maka kami juga mewaspadai terjadinya bencana angin puting beliung,”terangnya.

Menurutnya, berdasarkan ramalan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau mulai berlangsung pada Mei-September dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus mendatang.

“Untuk kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan sebelumnya. Sehingga, dengan kondisi tersebut kami mensiagakan petugas dan sarana prasarana dengan mendirikan posko kebakaran,”paparnya.

Mengenai wilayah rawan terjadinya kebakaran sendiri. Maka dirinya mengakui wilayah rawan karhutla seperti Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, Megang Sakti, BTS Ulu, Selangit dan daerah sekitarnya.

“Untuk lima Kecamatan ini memang rawan terjadinya karhutla. Sebab, wilayah tersebut disamping basis perkebunan juga terdapat lahan gambut. Termasuk, kilas balik sejak tahun 2015-2017,”bebernya.

Terlepas dari itu, pihaknya mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dengan tidak melakukan aksi pembakaran hutan dan lahan serta membuang puntung rokok secara sembarangan yang berpotensi terjadinya kebakaran.

“Intinya kami menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan karena akan merugikan bagi kita semua,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mura, Aliudin meminta jajaran BPBD dan Bhabinkamtibmas di setiap Polsek di jajaran Polres Mura senantiasa turun melakukan sosialisasi tentang pelarangan karhutla mengajak masyarakat untuk peduli dan tanggap bersama aparatur Desa serta Kecamatan memberikan pemahaman tentang pelarangan karhutla kepada masyarakat lainnya. Khususnya kepada masyarakat tinggal di rompok-rompok lahan pertanian.

“Diharapkan masyarakat dengan sadar diri turut berperan aktif mencegah terjadi karhutla untuk kepentingan bersama-sama dengan mengupayakan langkah persuasif, preventif dan preentif di masyarakat,”pungkasnya. (HS-03)