oleh

TOS Terharu, Warga Antusias Berikan Pisang

-Tak Berkategori-257 Dibaca

Silampari Online, 

LUBUKLINGGAU – Pasangan Calon (Paslon) Walikota Lubuklinggau, H Toyeb Rakembang dan Calon Wakil Walikota Lubuklinggau, Sofyan (TOS) merasa terharu dan sekaligus menjadi spirit untuk memenangkan pertarungan, Pilkada 2018. Soalnya, tiba-tiba sejumlah pemuda dengan membawa setandan pisang mendatangi Posko Induk TOS lalu menyerahkan buah segar tersebut tanpa mau dibayar alias gratis.

“TOS sangat terharu melihat, antusias dukungan warga Kota Lubuklinggau yang makin lama semakin mengkristal. Dukungan warga ini dibuktikan memberikan buah pisang ke Posko Induk TOS secara gratis,” kata Rehanudin Akil, Wakil Sekretaris dan Juru Bicara Tim Pemenangan TOS kepada Harian Silampari, Rabu (7/3).

Lanjut dia, Toyeb (sapaan Toyeb Rakembang, red) siap memimpin Lubuklinggau dengan ketauladanan sehingga Linggau lebih baik lagi. Spirit Juang Toyeb dari orang tuanya H Rakembang dan Hj Siti Amanah ini menjadi modal besar maju Pilkada 2018.

“Hal itu sudah dibuktikannya saat mengemban amanah sebagai anggota DPRD Musi Rawas selama 3 periode berturut-turut,” jelasnya.

Toyeb nekat maju pada Pilkada Lubuklinggau 2018 bukan tanpa alasan, namun ia sudah blusukan hampir 3 tahun di wilayah Kota Lubuklinggau. Dia sangat prihatin saat  menemukan banyak hal keluhan dan aspirasi masyarakat yang tak terbendung lagi.

“Semua aspirasi dan harapan masyarakat warga Lubuklinggau itu menjadi spirit dan penyemangat perjuangan Toyeb dan Sofyan,” jelasnya.

Untuk diketahui, kilas balik bahwa Toyeb mengeyam pendidikan di Pesantren Tawalib Padang Panjang selama 5 tahun  kuliah di IAIN (sekarang UIN) Imam Bonjol, Padang sehingga membentuk karakter yang memiliki daya juang yang ulet.

“Usai sekolah dan kuliah di Padang, Sumatera Barat, Toyeb kembali ke tanah kelahirannya Lubuklinggau,” terangnya.

Sebelum duduk sebagai anggota DPRD Musi Rawas, Toyeb pernah menjadi pedagang kaki lima di pasar inpres lubuklinggau. Lalu ngojek dan bahkan membentuk organisasi persatuan ojek lubuklinggau yang diberi nama ASBES. Kemudian menjadi guru honorer di sebuah SMA swasta di Lubuklinggau. 

“Toyeb pernah menjalankan profesi sebagai sopir angkot di Lubuklinggau, “ ucapnya.

Ayah Toyeb mudanya seorang petani karet/pemotong/penyadap karet. Ibunya pun demikian sepulang nyadap karet ngambil daun pisang untuk dijual di pasar satelit. “Selain tani karet ayah Toyeb juga guru ngaji,” jelasnya. (HS-rilis)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel