Tripika Mulak Sebingkai Bahas Protes Warga Jadian Baru

Silampari Online,

LAHAT – Tripika Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat, bersama Forum Kecamatan Mulak Sebingkai, Kepala Desa Jadian Baru, BPD dan tokoh masyarakat setempat, menggelar musyawarah terkait adanya rasa keberatan masyarakat Desa Jadian Baru, Kecamatan Mulak Sebingkai terhadap usaha ternak ayam yang  milik Hery warga Desa Talang Berangin, di areal Desa Jadian Baru, Kamis (22/2). 

Muat Lebih

Camat Mulak Sebingkai, Drs Erlambang mengatakan, sengaja dilakukan mediasi ini, karena adanya laporan masyarakat Desa Jadian Baru, yang merasa keberatan adanya usaha ternak ayam yang akan dibuka oleh saudara Hery selaku masyarakat Desa Talang Berangin, karena usaha tersebut di wilayah Desa Jadian Baru.

“Hari ini kita lakukan musyawarah atau mediasi bersama-sama memberikan saran yang baik, untuk masyarakat Desa Jadian Baru dan pemilik usaha ternak ayam ini, kita sama sama mencari jalan yang terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Jadian Baru, menerangkan, sesuai dengan aspirasi masyarakat Desa Jadian Baru dia menyampaikan, jika ternak ayam itu di buka, maka akan terjadi dampak negatifnya yaitu, menimbulkan penyakit, adanya kotoran yang akan mengalir ke parit aliran air limbah milik Desa Jadian Baru dan juga menimbulkan banyaknya hewan lalat masuk ke rumah warga.

“Kan tidak jauh dari usaha ternak ayam itu, akan direncanakan oleh masyarakat untuk membuat rumah dijadikan tempat kediaman. Nah, dari sanalah masyarakat berpikir untuk protes usaha ternak ayam tersebut,” jelasnya.

Kepala Desa Jadian Baru, Firli memutuskan, biar masalah ini bisa cepat selesai dirinya akan mencoba mengumpulkan kembali masyarakatnya, untuk memastikan bagai mana kehendak keputusan yang bulat bagi masyarakat Desa Jadian Baru.

“Nanti saya akan berunding lagi dengan masyarakat, tapi kepada saudara Hery harus terima apa adanya atas keputusan masyarakat. Jika masyarakat memperbolehkan membuka selama tahun 2018, maka di tahun 2019 awal harus di tutup,” sampainya.

Selanjutnya yang kedua, lanjut Kades, jika masyarakat ingin ternak ayam itu tidak boleh dilakukan, maka memang harus di tutup. Yang ketiga, boleh dibuka sebelum masyarakat membuat rumah di tanah yang dekat dengan ternak.

“Tapi jika sudah mau dibuat rumah oleh masyarakat, ternak ayam harus di tutup. Jadi maksud saya, apapun keputusan dari masyarakat saudara Hery harus terima apa adanya,” pintanya. (HS-06)