Tuding Selingkuh, Nekat Sebar Video Panas

Foto : Rian/PP RELEASE : Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH dalam release ungkap kasus dengan tersangka video panas pelajar di Mapolres.

SILAMPARI ONLINE

PRABUMULIH
– Akibat ulahnya menyebarkan video panas pelajar SMA di Kota Nanas ini, Fry Tri Juanda (23) warga Jalan Surip Gang Rambang RT 04/RW 05 Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara. Terpaksa berurusan pihak kepolisian, hingga akhirnya ditangkap pada Selasa lalu (17/9), sekitar pukul 19.00 WIB di depan Toko Tiara Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur ketika tengah melakukan penjualan handphone (HP) secara COD.

Ia pun akhirnya digiring petugas ke Mapolres Prabumulih, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sebelumnya dilaporkan korban berinisial SR (16), pelajar salah satu SMA di Bumi Seinggok Sepemuyian ini. Fry mengaku, awalnya mengaku sebagai rival, selera medsos berkenalan dengan korban. Setelah berkomunikasi dan chat-chatan, akhirnya korban suka kepada dirinya dan rela mengirimkan video masuknya kepadanya.
“Ketika bertemu memang dia (SR, red) kecewa dan akhirnya suka, dan sempat kuajak main (hubungan badan, red) di Kostan di Nasional,” dalihnya Fry ketika dibincangi sejumlah awak media di sela-sela release digelar di Mapolres, kemarin (19/9).
Kemudian, ketika ingin kedua kali mengajak berhubungan badan. Nampaknya, korban SA menolak dan memutuskan komunikasi. Hingga, tersangka Fry menuding korban selingkuh dan mengancam korban menyebarkan video panasnya dikirimkan kepadanya. “Kesal pak, HP-nyo dak aktif. Jadi kukira SA selingkuh, jadi sebar video panasnya ke kawan-kawannya,” akunya.

Muat Lebih

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH menjelaskan, dengan modus kenalan lewat media sosial (medsos) lalu komunikasi via Whatsapp (WA). Karena korban tertarik dengan fotonya di medsos ganteng, akhirnya terjebak dan mau saja mengirimkan video panasnya kepada tersangka.

“Setelah tahu korban, tersangka tidak sesuai aslinya. Korban tidak mau melayani tersangka, dan diancam menyebarkan video. Jika tidak mau melayani kemauannya, sehingga korban akhirnya menuruti kemauan tersangka,” terangnya. Hingga akhirnya, kata dia, korban didampingi orang tuanya melapor ke Polres Prabumulih. Setelah memeriksa saksi, dan keterangan korban.

“Tersangka kita tangkap dan dari tangannya kita sita barang bukti HP korban dan tersangka,” bebernya. Tito, sapaan akrabnya menerangkan, kalau tersangka dijerat pasal berlapis. Yaitu; Pasal 81 UU No 23/2003, ancamannya 15 tahun terkait persetubuhan dengan anak dibawah umur. “Lalu, UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara. Tersangka ketika diinterogasi, sudah mengakui perbuatan. Dan, tidak bisa mangkir dengan sejumlah barang bukti kita perlihatkan,” tukasnya.

Kejadian ini, kata dia hendaknya dijadikan pelajaran bagi pelajar, khususnya harus bijak penggunaan medsos. Selain itu, orang tua juga harus lebih meningkatkan pengawasan kepada anaknya. “Sejauh ini, dari kasus diungkap setidaknya 15 persennya merupakan kasus perempuan dan anak,” pungkasnya.

*sumber : Prabumulih Pos