oleh

Tumpukan Sampah di Pasar Megang Sakti Dikeluhkan

-Musi Rawas-241 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Pedagang dan warga sekitar Pasar Megang Sakti diresahkan dengan munculnya bau yang tak sedap di tempat pembuangan sampah yang menumpuk di pasar tersebut. Bahkan, para pengunjung pasar juga mengeluhkan adanya tumpukan sampah yang meluber ke jalan.

Salah seorang pedagang, Nyimas (29) mengakui tumpukan sampah, secara tak langsung juga menggangu aktifitas usaha mereka. Apalagi dengan bau busuk yang ditimbulkannya menyengat. Selain itu, tumpukan sampah juga sudah banyak yang jatuh karena longsor.

“Sangat risih sekali dan mengganggu, apalagi baunya yang sangat menyengat. Terutama dalam kondisi saat ini pandemi Covid-19, penyebaran virus sangat cepat dengan area kotor. Pedagang dan warga sekitar sudah menyampaikan adanya permasalahan sampah itu, tapi belum ada penanganan,”keluh Nyimas kepada Silampari Online, Selasa, (22/12)

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut sudah dua minggu. Namun, dibiarkan menumpuk dan berserakan. Padahal, seharusnya tumpukan sampah rumah tersebut segera terangkut dan bersih. Apalagi, para pedagang yang berjualan disini rutin membayar biaya kebersihan.

“Bukan hanya sampah dari pasar saja yang di buang dilokasi tersebut sampah rumah tangga warga sekitar juga dibuang disitu,”akunya.

Terlepas dari itu dirinya berharap agar pihak terkait segera mengangkut sampah yang ada di Pasar Megang Sakti. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke pasar tidak terganggu dengan bau sampah yang menumpuk tersebut.

Sementara itu, Petugas Pembantu Pengelola Pasar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mura, Kunawan menjelaskan, bahwa penumpukan sampah yang terjadi saat ini akibat keterlambatan pengangkutan karena Armada pengangkut sampah yang di operasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mura terjadi kerusakan.

Selain itu, normalnya pengangkutan sampah yang dilakukan biasanya dalam satu bulan 8 kali dengan 8 armada. Akan tetapi dibulan ini karena ada armada yang rusak sehingga dalam satu bulan hanya mampu mengangkut 5 kali tentu selalu ada sisa sampah yang tidak habis terangkut yang pada akhirnya menjadi tumpukan sampah.

Hanya saja, ia memastikan minggu ini armada pengangkut sampah dari DLH sudah normal dan tidak kembali terjadi tumpukan sampah. Sehingga, ia mohon maaf kepada para pedagang yang sudah merasa tidak nyaman atas kejadian ini. (Mg01-Krs)