oleh

Tunda Kehamilan, 894 Wanita Pasang Implant

-Musi Rawas-105 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Dari empat akseptor Metode Kontradepsi Jangka Panjang (MKJP) yang disiapkan Dinas Pengendalan Penduduk dan Keluarga Berncana (DPP-KB) Kabupaten Musi Rawas (Mura), dalam program pelayanan KB serentak, MKJP jenis Implant paling diminati oleh masyarakat, khususnya perempuan usia subur.

Kepala DPP-KB Kabupaten Mura, Drs Supardiyono melalui Kabid KB, Irwansyah mengatakan bahwa setidaknya 901 akseptor sudah digunakan, dan dari jumlah tersebut 894 orang memilih menggunakan Implant sedangkan sisanya 38 orang memilih IUD.

Dikatakannya, pelayanan KB serentak dengan MKJP sendiri dimulai pada Rabu (3/2/2021)  yang dilakukan serentak di unit pelayanan kesehatan maupun Dokter dan Bidan praktek mandiri.

“Pelayanan KB serentak ini juga dilaksanakan di seluruh Kabupaten /Kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang dibiayai oleh dana DAK non fisik,”jelas Supardiono, Selasa (23/2/2021).

Menurut ia, ada empat jenis MKJP yang dilayanani dalam program KB serentak ini, yakni IUD, Implant, Metode Operasi Wanita (MOW) atau Tobektomi dan Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi. Hanya saja, untuk saat ini, DPP-KB baru melayani dua jenis MKJP yakni IUD dan Implant.

“Sebenarnya ada emoat jenis MKJP, tapi baru dua yang kita layani yakni IUD dan Implant. Sedangkan untuk MOW dan MOP, masih kita koordinasikan ke pihak rumah sakit. Karena ini, harus dokter yang menanganinya. Kita juga sudah ajukan penawaran ke RSUD Muara Beliti, tapi belum ada kesepakatan,”paparnya.

Kemudian, dihari pertama pelaksanaan pelayanan KB dengan MKJP, setidaknya sudah 901 akseptor yang dilayani, yakni IUD sebanyak 38 orang dan Implant sebanyak 894 orang. Sedangkan untuk target yang harus dicapai untuk IUD dan Implant sebanyak 1.904 dan MOW sebanyak 80 dan MOP sebanyak 15 orang.

“Kita optimis mampu mencapai target yang MKJP jenis IUD dan Implanrlt. Kalau untuk MOW dan MOP tetap diusahakan. Target pelayanan KB serentak ini adalah, pasangan usia subur, baik peserta KB baru, peserta KB ganti cara, maupun peserta KB ulangan,”ungkapnya.

Ia menambahkan, dibanding dengan alat kontrasepsi, jenis Suntik, Pil dan Kondong. MKJP dinilai lebih baik dan lebih maksimal hasilnya. Sebab, KB jenis suntik biasanya hanya bertahan sampai tiga bulan saja sedangkan Pil harus diminum setiap hari. Sedangkan MKJP jenis IUD bisa bertahan delapan tahun dan Implant tiga tahun.

“Jadi tidak heran kalau masyarakat lebih berminat KB jenis MKJP, karena kalau pakai Pil atau Suntik selain mengeluarkan biaya yang banyak, juga terkadang lupa,”ucapnya.

Terlepas dari itu, tujuan pencanangan pelayanan KB serentak dengan MKJP sendiri, untuk meningkatkan peserta KB aktif MKJP. Sebab selama ini memang masih kurang dan perlu ditingkatkan serta mengendalian angka pertumbuhan penduduk dan menjaga jarak kehamilan. (Kris)