Tusuk Leher Calon Adik Ipar

SILAMPARI ONLINE, LUBUKLINGGAU-Toni Bastiar alias Emo (21) seorang buruh warga Kertapati Kota Palembang ditangkap anggota Polres Lubuklinggau. Pasalnya, dia diduga menusuk leher calon adik Iparnya dengan keris.

Tak hanya Toni, polisi juga meringkus kakak kandung Toni bernama Heriansyah (32) warga Kertapati Palembang yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Bacaan Lainnya

Peristiwa berdarah tersebut terjadi Depan Tower Samping Stasiun Kereta Api di Jalan Bangka, Kelurahan Lubuklinggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, Minggu (23/8/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepalres Lubuklinggau AKBP Mustofa didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan Heriansyah ikut diamankan karena terlibat mengeroyok korban.

Heriansyah ikut mencengkam wajah korban dengan kedua tangannya,  dan juga meninju wajah korban.

Dijelaskan Kapolres, kejadian itu bermula korban berada dirumahnya di Jalan Bangka, dan melihat calon Istrinya SD sedang ribut dengan Toni yang merupakan kakak.kandung SD.

“Korban berusaha melerai, namun ditantang pelaku Toni berkelahi, namun korban berusaha menghindar dan meninggalkan pelaku Toni,”kata AKBP Mustofa, Senin (24/8/2020) dalam pres rilies.

Selang beberapa menit, lalu korban hendak menemui calon Ibu mertuanya yang mengontrak tidak jauh dari rumahnya.

Saat diperjalanan korban bertemu dengan dengan Ibu SD dan pelaku Toni. Namun orang tua SD mengatakan kalau ia tidak merestui anaknya akan menikah dengan korban. Korban berusaha meminta restu.

“Namun saat itu Heriansyah yang juga kakak kandung SD langsung mencekam.wajah korban dan meninjunya,”ujarnya.

Dilokasi kejadian pelaku Toni juga ikut melakukan pengeroyokan dan mengejar korban dengan menggunakan senjata tajam jenis keris.

Pelaku berusaha menusuk tubuh korban, korban pun berhasil menghindar, hingga akhirnya tusukan pelaku Toni mengenai leher korban. Usai menusuk pelaku langsung melarikan diri. Dan berhasil ditangkap dirumahnya.

“Korban saat ini masih menjalani pemulihan,”tutupnya.

Sementara pelaku Toni mengaku menusuk korban karena kesal, adik kandungnya SD yang berusia 15 tahun sering diajak tidak pulang kerumah oleh korban.

“Karena dia sering bawa adik saya, saya tidak setuju pak,”ujarnya. (*)