Satu Untuk Semua

Urus Akte Kematian, Ini Syarat-syaratnya

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Dinas Kependudukan Pencatatan dan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura) melayangkan surat edaran (SE) keseluruh Kecamatan agar setiap Desa membuat Buku Pokok Pemakaman (BPP), untuk mempermudah melakukan pendataan peristiwa kematian dimasing-masing Desa.

“Untuk pembuatan buku BPP merupakan inovasi terbaru dan perdana di Mura. Dimana BPP akan disebar disetiap pemakama agar setiap peristiwa kematian langsung dicatat oleh petugas pemakaman,” jelas Kepala Disdukcapil Kabupaten Mura, Y Mori kepada Harian Silampari, Kamis (12/7).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa adanya BPP akan mempermudah serta meningkatkan kesadaran dalam pencatatan dan palaporan peristiwa kematian di Mura. Sebab selama ini kesadaran masyarakat masih sangat minim. “Ada sebagian warga yang beranggapan bahwa hal itu tidak terlalu penting. Sehingga pembuatan akta kematian masih sangat kecil dan juga rendah,” terangnya.

Menurutnya, disamping untuk mempermudah pencatatan peristiwa kematian. Tentunya juga dapat mengantisipasi agar data yang bersangkutan tidak disalahgunakan, juga untuk selanjutnya diterbitkan akta kematian dan KK barunya.

“Kalau untuk syarat pembuatan akte kamatian yakni, surat keterangan kematian dari lurah/kades (form F2.29), mengisi formulir pelaporan kematian (form F2.30), melampirkan surat keterangan kematian dari dokter/rumah sakit/para medis, serta melampirkan fotocopy KK,” bebernya.

Selain itu, dengan data dari BPP tersebut. Maka selanjutnya petugas Disdukcapil akan menggunakan data tersebut serta untuk meng-entry kedalam sistem database kependudukan Nasional. “Untuk pelaporan kematian dilakukan secara berjenjang dari Desa atau Kelurahan ke Kecamatan dan ke Disdukcapil paling lambat 30 hari sejak tanggal kematian,” paparnya.

Kemudian, tak hanya itu karena yang terpenting tanpa data tersebut, pihaknya tidak bisa menghapus data kependudukan. Oleh karena itu dirinya menghimbau kepada masyarakat jika ada keluarganya yang meninggal untuk melapor dan membuat akta kematiannya.

“Kalau laporan warga bisa menyampaikannya ke Desa dan kemudian Desa laporkan ke Disdukcapil. Selain itu, kita rutin melakukan pelayanan secara mobile dengan jemput bola, sekaligus perekaman E-KTP,” ungkapnya. (HS-03)

Komentar
Loading...