Urusan Arsip Urusan Wajib

BERSAMA : Berfoto bersama saat acara pembukaan lomba mendongeng dan mewarnai di halaman kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang, Selasa (20/8/2019). Foto : Diah Anggraini/HS.

□ Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Gelar Lomba Mendongeng dan Mewarnai

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Pemerintah sudah menjadikan urusan kearsipan adalah urusan wajib. Karena itu pemerintah pusat tidak akan main-main dengn urusan arsip negara yang dimaksut.

Muat Lebih

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang, H Choiri Badri mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan lomba mendongeng dan lomba mewarnai di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Empat Lawang, yang digelar dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia, di Kabupaten Empat Lawang. Kata dia, pihaknya sudah menyampaikan ke Bupati Empat Lawang, untuk meningkatkan nilai kearsipan Kabupaten Empat Lawang.

“Kami sudah menyampaikan kepada Bupati untuk meningkatkan nilai arsip. Untuk diketahui bahwa 2017 lalu, Empat Lawang ini mendapat peringkat 16 untuk urusan arsip, 2018 peringkat 10 dan kami berharap di tahun ini minimal masuk lima besar,” harapnya.

Di Kabupaten Empat Lawang sendiri sebut Choiri, sudah dimulai bagaimana mempermudah perencanaan dan evaluasi, membuat surat secara kedinasan yang akan terarsipkan. “Insyaallah kedepanya kabupaten kita ini lebih baik lagi,” tegasnya.

Ia berharap kedepanya kepada Bupati Empat Lawang dapat membantu memfasilitasi gedung arsip dan bisa disatukan dengan gedung perpustakaan.

“Supaya nantinya lengkap untuk melaksanakan tugas baik sarana dan prasarananya karna arsip itu harus aman,” kata dia.

Terkait pada pasa lomba mewarnai dan mendongeng tingkat anak-anak yang digelar pihaknya ini, Choiri menjelaskan, perlombaan tersebut untuk meningkatkan kreativitas anak-anak TK dan SD, sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia.

“Kegiatan ini salah satu dalam rangka memperingati HUT yang ke 74 RI, sekaligus upaya dalam meningkatkan kreativitas anak-anak TK dan SD di Kabupaten Empat Lawang,” ungkapnya.

Dia juga memberi saran kepada seluruh orang tua, agar lebih banyak menggiring anak pada kemampuan daya ingat, dengan contoh  memberikan edukasi literasi seperti membaca bersama, mendongeng, dan masih banyak kugiatan literasi lainnya, serta menjauhkan anak-dari handphone (Hp).

“Saya menghimbau untuk para orang tua, janganlah anak-anak dimanjakan dengan handphone. Hp itu sama dengan memasukan mahluk setan ke dalam rumah, Hp dapat membuat anak terkena virus, dan apatis terhadap lingkungan,” bebernya.

H Choiri Badri berharap, melalui lomba mewarnai dan bercerita ini, maka minat membaca anak-anak semakin meningkat, sehingga akan menumbuhkembangkan bakat dan kreativitas mereka.

Ditambahkannya, anak-anak, siswa/siswi, para guru dan masyarakat untuk terus meningkatkan kegemaran membaca dan menjadikan pustaka sebagai tempat menimba ilmu, selain di sekolah. “Agar kualitas hidup juga semakin baik,” pungkasnya. (KHS-05)