oleh

Usulkan Dua Trayek Operasional Bus Damri

-Musi Rawas-156 Dibaca

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Kendati telah mendapatkan tambahan satu trayek, namun Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Rawas (Mura), kembali mengusulkan kembali dua trayek operasional Bus Damri yakni trayek untuk Kecamatan Jayaloka dan Kecamatan STL Ulu Terawas.

Kepala Dishub Kabupaten Mura, Adi Winata mengatakan, di 2021 ini Mura kembali mendapat tambahan satu trayek untuk operasional Bus Damri yakni di Kecamatan BTS Ulu ke Terminal Simoang Priuk dan sebaliknya.

“Alhamdulillah di tahun 2021 ini, Kabupaten Mura kembali mendapat tambahan satu trayek operasional Bus Damri, yakni di Kecamatan BTS Ulu Cecar di SP9 Bangun Jaya,” kata Adi Winata kepada Silampari Online, Selasa (23/2/2021).

Dikatakannya, dalam trayek tersebut ada dua Bus Damri yang beroperasi yakni satu bus dari Kecamatan BTS Ulu ke Terminal Simpang Priuk dan satu bus ke Termilan Simpang Priuk ke Sp9 Bangun Jaya Kecamatan BTS Ulu.

“Dengan adanya tambahan trayek ini, maka untuk di Mura sendiri sudah ada tiga trayek operasional Bus Damri yakni di Kecamatan Megang Sakti, Kecamatan Muara Lakitan dan Kecamatan BTS Ulu. Setiap trayek dua Bus yang operasional,”terangnya.

Menurut ia, jika melihat perkembangan yang ada, dan hasil monitoring Dishub bersama pihak Damri, penumpang untuk trayek Kecamatan BTS Ulu ke Terminal Simpang Priuk cukup banyak peminatnya.

“Bahkan justru, lebih banyak penumpangnya jika dibanding dengan trayek di Kecamatan Muara Lakitan dan trayek Kecamatan Megang Sakti. Karena trayek Kecamatan BTS Ulu sudah berjalan dan dilaunching pada awal Desember 2020 lalu,”bebernya.

Kemudian kedepan, pihaknya akan kembali mengusulkan untuk dua trayek lagi, yakni Kecamatan Jayaloka dan Kecamatan STL Ulu Terawas. Khususnya untuk trayek Kecamatam STL Ulu Terawas, Dishub Mura akan bekerjasama dengan Kabupaten Muratara.

“Kita hanya bersifat mengusulkan, baru kemudian di survei oleh pihak Balai Transportasi Darat, kemudian disetujui dan diterbitkan surat keputusan (SK) Mentri melalui Dirjen Perhubungan Darat, baru kemudian direalisasikan oleh pihak Damri,”pungkasnya. (Kris)