Vaksinasi Covid 19 Picu Kenaikan Harga Karet

Silampari Online,

Musi Rawas – Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen selama dua hari turun. Namun hari ini, Kamis (14/1/2021) harga karet mengalami kenaikan.

Bacaan Lainnya

“Harga karet hari ini naik Rp 268 per kg, dibandingkan indikasi karet hari Rabu 13 Januari 2021 untuk KKK 100 persen,” kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Kamis (14/1/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 13 Januari 2021 Rp 18.217 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Kamis (14/1/2021) untuk KKK 100 persen Rp 18.485 per kilogram (kg), artinya ada kenaikan Rp 268 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 12.940 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.091 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.243 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.394 per kg.

“Dimulainya program vaksinasi corona atau Covid-19 dibeberapa negara memunculkan sentimen positif terhadap harga karet di Bursa Singapore Comodity maupun Tokyo Comodity,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, namun meskipun begitu dampak vaksin terhadap pulihnya ekonomi dunia masih harus dilihat dalam beberapa pekan kedepan.

Meskipun ada banyak kegembiraan atas kemajuan pengembangan vaksin, ini tidak akan menjadi faktor utama perbaikan harga karet,”

Menurutnya, harga masih tetap bertahan di antara Rp 18.000 – Rp.19.000 per kg KKK 100 persen sudah cukup baik bagi petani karet Sumatera Selatan.

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal atau bahkan bisa 100 persen. Caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya. (Musyanto/SO)