oleh

Video Viral di Medsos, Oknum Pegawai Dishub Lubuklinggau Pungli Dipecat

-Musi Rawas-352 Dibaca

Silampari Online 

LUBUKLINGGAU- Oknum Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuklinggau, mendadak viral di media sosial (Medsos) lantaran diduga melakukan aksi pungli di terminal Kalimatan Kota Lubuklinggau.
Sebuah video berdurasi 58 detik itu viral di media sosial,direkaman yang menggambarkan oknum berpakaian Dishub dengan lambang Kota Lubuklinggau hendak melakukan aksi pungli di kawasan terminal Kalimantan.

Dari percakapan, oknum tersebut meminta kepada supir mobil truk, agar memberikan uang Rp50 ribu. Sementara sang supir truk menyebutkan kalau biaya restribusi adalah sebesar Rp30 ribu. Namun sang oknum bersikeras meminta uang tambahan kepada supir sebesar Rp20 ribu. Karena aksi itu sang supir nampaknya tidak terima dan merekam aksi pungli dengan menggunakan Handphone (HP), hingga videonya menjadi viral di medsos.

Petugas Dishub sempat meminta agar sang perekam berhenti, dan mematikan HP dan manghapusnya, namun tidak digubris sang supir.

Menanggapi video viral ini, Kepala Dishub Kota Lubuklinggau Abu Jaat, membenarkan kalau petugas yang viral di Medsos itu benar anggota Dishub Kota Lubuklinggau.

Abu menegaskan, karena aksinya itu, oknum tersebut layak diberikan sanksi pemecatan, sebabnya dia sudah secara tegas mengingatkan dan memberikan intruksi kepada anggotanya agar tidak mengambil pungutan liar.

Disebutkannya, petugas dilapangan hanya dibolehkan mengabil retribusi terminal, oleh sebab itu dia memberikan peringatan keras kepada petugas lainnya jangan melakukan aksi pungli, jika terjadi aksi pungli maka akan dipecat.

“Oknum tersebut Hari ini kita lakukan pemecatan,”tegas Abu Jaat kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Dikatakannya, jika ada masyarakat baik Kota Lubuklinggau dan juga dari luar Kota Lubuklinggau ada yang merasa tidak puas dengan pelayanan petugas Dishub, segera laporkan.

“Memang petugas kami disamping penarikan restribusi, kami juga ada koordinator, ada Kasinya, ada Kabid,”bebernya.

Jadi sambung dia, dia membantah kalau kegiatan penarikan retribusi itu tidak ada pengawasan, dia menyebut dilapangan ada petugas yang koordinator yang mengawas. (Agus)