Viral.. Dua Siswi Bergulat, Ternyata Cuma Gara-gara Rebutan Cowok

SILAMPARI ONLINE,

Viral di media sosial (Medso) Video dua Anak Baru Gede (ABG) bergulat di area GOR (Gedung Olahraga) Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumsel.  Identitasnya diketahui dua ABG dalam video berdurasi 30 detik tersebut masih berstatus pelajar di salah satu SMP/sederajat dan SMA/sederajat Kota Lubuklinggau. Ironisnya, pergulatan sengit antar keduanya ternyata hanya gara-gara rebutan cowok.

Bacaan Lainnya

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa dijumpai Rabu (24/06/2020), mengungkapkan bahwa video itu diketahui pihaknya menjelang Magrib, Selasa (23/06/2020).

Sebelum vidio tersebut viral sebenarnya pihaknya sudah menelusuri siapa pelaku dalam video itu dan orang yang mengambil serta mengunggahnya.

“Kita tahunya video itu menjelang Magrib, lalu langsung ditangani dan sekitar pukul 23.30 WIB sudah diketahui semua pelaku yang berkelahi sama yang merekam video perkelahian itu,” katanya.

Ternyata lanjut Mustofa, baik orang yang bergulat dalam video maupun yang merekam, masih sama-sama di bawah umur. “Tadi pagi mereka kita amankan semuanya,” ujarnya.

Namun dalam penyelesaian kasus tersebut, tambahnya, diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan. “Kita coba mediasi kita upayakan penyelesaian kekeluargaan dengan melibatkan semua pihak, baik itu KPAID, Guru dan juga orang tua kedua anak itu,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan Dinas Pendidikan. “D isini juga ada tanggungjawab Diknas dan Pemerintah Kota, sehingga tindakan ini tidak diikuti oleh anak-anak yang lainnya,” tegasnya.

Dengan kejadian tersebut, dikatakan Mustofa, dirinya menghimbau agar para orang tua bisa mengawasi dan mengontrol pergaulan anak-anaknya. “Mari kita awasi putra putri kita, guru, orang tua dan wali murid, masa depan anak-anak kita ada ditangan kita, kalau generasi mudanya seperti ini susah juga kita,” tuturnya.

Sedangkan kepada pelaku yang memviralkan video pergulatan dua ABG tersebut, Mustofa mengingatkan agar hal itu jangan sampai terjadi lagi dan tidak diikuti oleh yang lainnya. Karena video dengan konten kekerasan seperti itu tidak pantas disebarkan dan dilarang.

“Jadi sebelum kita tindak dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dan UU IT (Informasi dan Teknologi), segera hapus konten kekerasan itu dan yang lain jangan sampai mengikuti,” pungkasnya. (*)

sumber : palpos.id