Viral.. Pelajar SMP Baru Lulus Dibanting

Teks Foto Korban nampak lemah dan tidak bisa menggerakan tangan kanannya akibat engselnya lepas karena dianiaya temannya sendiri

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Kasus penganiayaan pelajar oleh temannya sendiri terjadi di Kota Lubuklinggau. Sehingga menyebabkan korbannya mengalami lepas engsel lengan kanan. Korban RL (16) Pelajar yang baru lulus SMP ini mengalami trauma, setelah mengalami penganiayaan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/6), sekitar pukul 12.00 WIB, di Jalan Karya 2 depan pos penjaga malam, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Bacaan Lainnya

Menurut pengakuan korban, ia dijemput oleh beberapa orang temannya yang akan mengajak ke rumah salah seorang temannya, karena ada acara. Namun sesampai di TKP korban malah cekcok mulut dengan K, hingga terjadilah perkelahian yang menyebabkan korban mengalami lepas engsel lengan kanan. “Aku dijemput di rumah oleh teman yang katanya akan ada acara di Karya 2, itulah aku mau ikut,“ ungkap RL saat dibincangi, Senin (22/6/2020).

Sementara keluarga korban, Raka Diva mengatakan pihaknya sudah melaporkan peristiwa yang dialami oleh keponakannya ke Mapolres Lubuklinggau dan korban juga sudah divisum ke RSUD Sobirin. Ia menyampaikan berdasarkan cerita korban terjadi cekcok mulut korban antara dengan K, lalu K membanting korban hingga menyebabkan korban pingsan dengan kondisi tangan yang engselnya lepas. Kemudian korban diantar oleh dua temannya ke rumah nenek korban untuk di urut. “Paginya saya bersama dengan ibu korban langsung visum ke rumah sakit, dan melapor ke Polres Lubuklinggau dan ke KPAI,” ungkapnya.

Ia selaku saudara korban tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan oleh K dan minta pertanggung jawaban atas kejadian ini.
Menurut Raka, jika K ini tinggalnya di Kabupaten Rejang Lebong, keluarga sudah mencoba mengajak keluarga K untuk melakukan mediasi, namun belum ada jawaban. Sepertinya tidak ada itikad baik.Oleh sebab itulah pihaknya minta kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan berharap yang bersangkutan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa melalui Kasat Reskrim AKP, Alex Andriyan saat dikonfirmasi ia membenarkan laporan tersebut, namun ia meminta kepada keluarga korban untuk bersabar. “Kalau ada laporan sabar, kan tidak mungkin kita langsung nangkap, saksi-saksi diperiksa dulu dan nunggu visum keluar dulu,” kata AKP Alex Andriyan.

Saat ini, ia menyampaikan saksi-saksi sudah dipanggil dan juga sedang menunggu visum keluar. Kasat menegaskan jika kasus ini pasti ditindaklanjuti. Namun dirinya meminta kepada pihak keluarga korban untuk sabar karena melakukan penyelidikan prosedur harus dijalankan. Saat ini kasus sedang dalam proses, saksi-saksi sudah diperiksa di PPA. keterangan korban saja tidak cukup untu upaya paksa. “Percayakan sama kita dan kita sama sekali tidak ada kepentingan. Yang salah yo salah yang bener yo bener,” tegasnya.

LAPORAN : Erc/Harian Silampari