oleh

Wabup Yulius Maulana Resmikan Kantor MUI

-Empat Lawang-109 Dibaca

Silampari OnlineĀ 

EMPAT LAWANG- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Empat Lawang, Yulius Maulana ST meresmikan keberadaan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Empat Lawang, sekaligus membuka rapat kerja daerah MUI Kabupaten Empat Lawang, Kamis (18/2/2021).

MUI Kabupaten Empat Lawang ini sendiri, berkantor di kawasan Jalan Lintas Tengah Sumatera, eks Rumah Makan Lekat, Talang Banyu Kelurahan Tanjung Kupang Tebing Tinggi, tepatnya di depan simpang MTs Negeri 1 Empat Lawang, Tebing Tinggi.

Saat menyampaikan sambutannya, Wabup Yulius Maulana mengatakan, pada awalnya ia bersama H Joncik Muhammad maju dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang, pada Pemilukada Empat Lawang lalu dan akhirnya terpilih, dari awal sudah bertekad ingin membenahi Empat Lawang menjadi lebih baik, salah satunya dibidang moral masyarakat.

Dikatakannya, tujuan perbaikan akhlak ini, tentu saja dia bersama Bupati Empat Lawang, membutuhkan orang yang dianggap mampu untuk memperbaiki itu semua. Maka dari itu terpilihlah KH Abdullah Makki yang kini selaku Ketua MUI Kabupaten Empat Lawang.

Ternyata cerita Wabup Yulius, bukannya mudah mengajak KH Abdullah Makki untuk kembali ke Empat Lawang, karena yang bersangkutan tinggal di Jakaarta dan memiliki pondok pesantren, juga keluarganya tinggal di Jakarta. Namun berkat komunikasi yang baik dan intens, akhirnya KH Abdullah Makki bersedia membantu dirinya bersama Bupati Empat Lawang, untuk membangun Empat Lawang.

“Alhamdulillah, kini KH Abdullah Makki sudah kembali ke Empat Lawang, dan sudah memimpin MUI Empat Lawanh dan mulai keliling Empat Lawang dalam rangka cita-cita mulia ini, membantu kami memperbaiki moral masyarakat Empat Lawang,”katanya.

Menurut Wabup Yulius Maulana, peran KH Abdullah Makki dalam membantu Pemkab Empat Lawang sudah sangat terasa. Terutama saat mulai terjadinya pandemi COVID-19, diawal 2020 lalu. Saat itu ada imbauan pemerintah untuk meminta masyarakat beribadah di rumah saja untuk sementara waktu, demi menekan laju penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

“Kalau aparat TNI/Polri yang meminta masyarakat, tentu akan ada miskominikasi. Namun berkat KH Abdullah Makki bersama pengurus MUI Empat Lawang, imbauan pemerintah itu dapat diterima masyarakat, karena mereka tahu jika MUI merupakan organisasi independen yang tidak berdiri di atas kepentinga golongan manapun,”paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dr KH Ayik Farid Alaydrus mewakili MUI Provinsi Sumsel, dia menyampaikan, tugas MUI adalah tugas keumatan dan kebangsaan. Hal ini karena MUI dibentuk dalam rangka menjaga akidah syariah ibadah umat juga harus memastikan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara umum. (frz)