Wako dan DPRD Kota Lubuklinggau Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Forkopimda menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Lubuklinggau dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 202

*Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020

SILAMPARI ONLINE,

Bacaan Lainnya

LUBUKLINGGAU-Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Forkopimda menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Lubuklinggau dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020 di gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Jumat (14/8/2020).

Dalam pidatonya Presiden RI Joko Widodo mengatakan krisis saat ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara kerja. Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra-normal.Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut.

Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil. Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan.

Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan.

Perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah luar biasa kita lakukan.

Atas nama rakyat, bangsa dan negara, Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter dan perawat, serta seluruh petugas di rumah sakit, di laboratorium, di klinik-klinik kesehatan, dan di rumah isolasi, kepada tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, serta para ASN di pusat dan di daerah.

Menurut Presiden, pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi. Upaya pencegahan harus ditingkatkan melalui tata kelola yang sederhana, transparan, dan efisien.

Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Penegakan nilai-nilai demokrasi juga tidak bisa ditawar. Demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa mengganggu kecepatan kerja dan kepastian hukum, serta budaya adiluhung bangsa Indonesia.

Agenda Pilkada 2020 harus tetap berjalan dengan disiplin tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan. Nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga.

Pemerintah tidak bisa memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya. Sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi.

Dirinya ingin semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Peran media-digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Jadikan masa pandemi Covid-19 sebagai momentum kebangkitan era baru bagi Indonesia, membenah diri, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, sosial, kesehatan dan kebudayaan dan juga menjadikan Indonesia negara maju.

Dimasa pandemi Covid-19 pemerintah sudah memberikan bantuan sembako, subsidi listrik, bansos, membantu tenaga kerja yang di PHK dan pemerintah mengerolikasikan anggaran dengan cepat walau hal ini tidak mudah. (KOMINFO)