Walikota Ajak Konsultan Korea ke Lubuklinggau

 Tindak Lanjut MoU dengan LKBN ANTARA

SILAMPARI ONLINE

Bacaan Lainnya

JAKARTA – Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengunjungi Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan No.17, Jakarta, Rabu (15/01/2020). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama Penyebarluasan Informasi Publik bagi Masyarakat antara Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dengan ANTARA Digital Media pada November 2019 lalu.

Dalam kerja sama tersebut, ANTARA akan menyediakan media penyebaran informasi publik baik indoor maupun outdoor di Kota Lubuklinggau. Rencana ini disambut baik oleh Wali Kota Lubuklinggau dan mengajak tim ANTARA untuk berkunjung langsung Kota Lubuklinggau.

Wako menilai masyarakat dan pemerintah membutuhkan media yang bertanggung jawab. “Kalau program ini kan untuk mendapat informasi, orang tidak perlu mencari atau memilikinya, tetapi bisa langsung melihatnya. Saat melihat tawaran awal, saya langsung berpikir, ini sangat bagus, dan yang bagus tentu langsung saya terima,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, wali kota yang didampingi Kepala Dinas Kominfo Lubuklinggau, Erwin Armeidi serta Kepala Bagian Humas Pimpinan dan Keprotokolan Setda Kota Lubuklinggau, Arie Marta Redo juga bertemu dengan investor konsultan kegiatan dari Malaysia dan Korea. Dijadwalkan para investor dan tim dari ANTARA akan mengunjungi Kota Lubuklinggau secara langsung awal Februari mendatang.

Tak hanya itu, para investor juga menawarkan kontribusi yang lebih banyak, yakni dalam penggunaan tapping box. Tapping box yang ditawarkan ini diyakini mampu mencegah kebocoran pajak serta bisa terhubung ke server Smart City.

CEO ANTARA Digital Media, Darmadi dalam kesempatan yang sama mengatakan kerja sama penyebaran informasi publik ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan selesai pada tahun ini. Sedikitnya tersebar 500 videotron sebagai media informasi outdoor serta tujuh ribu media indoor yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara.

Ia juga menyatakan dalam kerja sama dengan pemerintah daerah, pihaknya hanya meminta kemudahan dalam hal perizinan terutama untuk media outdoor (videotron). Sementara untuk media indoor, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan televisi. Sedangkan mengenai biaya baik pembangunan, operasional, hingga perawatan ditanggung oleh pihak ANTARA . “Untuk porsi pemberitaan, 60 persen dari ANTARA dan 40 persen dari pemerintah daerah,” paparnya.

Selain penandatanganan MoU, acara juga ditandai dengan uji coba pengunggahan video promosi dari Pemkot Lubuklinggau beruapa video Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22-2-22. (adv)