Warga Desa Ini Kompak Gotong Royong Pasang Beronjong

Silampari Online,

CURUP UTARA – Puluhan warga Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara, Selasa (13/2) mulai melaksanakan pemasangan beronjong bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong (RL). Warga dikomandoi Kades Taba Renah Komi Ariadi dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat dengan menggunakan alat seadanya. Beronjong jumlahnya mencapai 100 unit tersebut akan dipasang dipinggir atau bibir sungai yang membuat tebing belakang rumah warga longsor. Ini dilakukan untuk sementara agar mengurangi potensi terjadinya kembali longsor. Warga melakukan gotong royong dengan biaya swadaya masyarakat.

“Beronjong memang bantuan dari BPBD Rejang Lebong sebanyak 100 unit, tapi biaya untuk pemasangan termasuk material batu kita upayakan sendiri secara swadaya dan gotong royong. Hari ini kita mulai melakukan gotong royong untuk pemasangan beronjong,” ungkap Kades Taba Renah, Komi Ariyadi yang dikonfirmasi dilokasi gotong royong.

Komi mengatakan, dari catatan pihak desa masih ada 9 rumah yang terancam dan sangat rawan longsor. Meskipun ada informasi soal rencana relokasi warga yang rumahnya terancam, namun hal tersebut masih belum ada kejelasan. Karena sebagian warga memang minta direlokasi agar bisa tinggal dengan nyaman dan aman. Tapi sebaliknya sebagian warga lagi memang menolak untuk direlokasi. “Sampai saat ini pihak desa juga belum membahas masalah penetapan relokasi warga. Apalagi sampai hari ini, pemerintah kabupaten juga belum menginformasikan soal dimana lokasi warga akan direlokasi atau dipindahkan. Tapi yang jelas kita berharap ada pembangunan pelapis tebing permanen secepatnya. Karena jelas beronjong yang kita pasang ini nantinya belum menjamin penuh tidak terjadinya longsor lagi,” papar Komi.

Sebelumnya sejak 3 tahun terakhir pihaknya telah menyusulkan penangulangan bencana longsor di aliran sungai Mundu yang terjadi setiap tahun pada musim hujan. Namun usulan tersebut selalu ditolak dengan alasan harus mendapatkan izin dari BPDAS Pelembang. “Namun kalau dibiarkan tahun ini pun akan terjadi lagi longsor sehingga BPBD memberikan bronjong dan masyarakat bisa gotong royong dengan swadaya,” terang Komi.(HS-05)