Warga Kecewa Saldo PKH Kosong

peserta Bansos PKH sarijem (72) yang mengaku ATM-nya kosong saat akan melakukan penarikan dana bantuan tersebut.

Silampari Online

Musi Rawas – Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kini mencuat. Pasalnya, ada warga desa yang menerima bantuan program sosial tersebut saldo di ATM-nya kosong.

Bacaan Lainnya

Seperti terjadi di Desa Beliti Jaya Kecamatan Muarakelingi Kabupaten Musi Rawas, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Bansos PKH sarijem (72) yang mengaku ATM-nya kosong saat akan melakukan penarikan dana bantuan tersebut.

Dirinya mengatakan awalnya mendapatkan pemberitahuan bahwa Bansos PKH tahap 1 sudah cair, maksud hati ingin melakukan penarikan di salah satu warung agen bank, tapi dirinya kaget dan kecewa ternyata saldo di ATM-nya kosong.

Is mengaku kalo selama tahun 2020 lalu masih terus menerima dana tersebut, tapi tadi saat akan digunakan tidak ada uangnya.

Petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Beliti Jaya Eka Susila, Sabtu (9/1/2021) kepada Silampari Online mengatakan bahwa data ibu ini masuk dalam data anomali
Kategori KPM, data Dtks ganda,NIK sama, nomor KK sama jadi belum bisa masuk saldonya,permasalahan ini sudah kami laporkan tinggal menunggu.
kami sudah croscek ulang dengan mencocokan nomor kartu kartu Kepala Keluarga (KK) serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bersangkutan,untuk prosesnya kami tidak bisa memastikan kapan selesainya.

Dirinya menambahkan, Permasalahan data anomali ini besar kemungkinan terjadi contohnya begini seumpannya warga tersebut sebelumnya pernah menjadi peserta penerima PKH, atau program bantuan social lainnya, lalu kembali terdaftar sebagai peserta BPNT, atau dalam satu keluarga atau kepala keluarga (KK) menerima bantuan lebih dari satu orang itupun tidak boleh.

Nah di Kementrian Sosial ada sistem yang bisa membaca data warga, apakah warga tersebut mendapat bantuan lain, dan itu bisa dibaca, sehingga secara otomatis bisa dibekukkan,” tandasnya.

Anggota BPD dusun 1 Desa Beliti Jaya Taufik Hidayat mengatakan dirinya selaku wakil dari masyarakat dan kebetulan KPM yang bersangkutan adalah warga dusun 1 berharap kepada pihak yang punya kewenangan menangani persoalan ini supaya segera membantu warganya untuk kembali mendapatkan haknya, mengingat warga tersebut memang layak untuk mendapatkannya. Harapnya

Untuk Diketahui Pemerintah telah meluncurkan 3 jenis bantuan sosial alias bansos sejak 4 Januari 2021. Dilansir dari akun Instagram Kementerian Sosial @kemensosri, tiga bansos tersebut adalah bansos program keluarga harapan (PKH), program kartu sembako, dan bansos tunai.

Berikut penjelasan tentang tiga Bansos yang di salurkan mulai bulan januari 2021

1. PKH
Bansos ini akan disalurkan dalam 4 tahap mulai Januari, April, Juli, dan Oktober. Bantuan disalurkan melalui bank BUMN (BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN).

Besaran nilai bansos PKH yang diterima dalam satu tahun: Untuk ibu hamil senilai Rp 3 juta, anak usia dini senilai Rp 3 juta, penyandang disabilitas berat senilai Rp 2,4 juta, dan lansia 70 tahun ke atas senilai Rp 2,4 juta.

Bansos ini juga akan diberikan kepada anak sekolah. Bagi duduk di bangku SD/MI/sederajat akan mendapatkan Rp 900 ribu. Kemudian SMP/MTs/sederajat akan mendapatkan Rp 1,5 juta. Bagi pelajar SMA/MA/ sederajat akan mendapatkan Rp 2 juta.

2. Kartu Sembako
Program ini disebut juga bantuan pangan non tunai (BNPT). Nilai bantuan sebesar Rp 200 ribu/KPM/bulan. Bantuan disalurkan lewat bank-bank BUMN ( BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN) mulai Januari hingga Desember.

Proses pencairan bantuan dilakukan melalui e-Warong terdekat.

3. Bansos Tunai
Nilai bantuan yang diterima setiap KPM sebesar Rp 300 ribu per bulan. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) selama 4 bulan (Januari, Februari, Maret, dan April). (Musyanto)