Warga Lubuklinggau Kesulitan Air Bersih

Warga Lubuklinggau terpaksa ke sungai kelingi untuk mendapatkan air

SILAMPARI ONLINE-Kemarau yang terjadi sekitar tiga bukan terakhir, membuat kekeringan di wilayah Kota Lubuklinggau semakin meluas. Akibatnya, warga yang kesulitan mendapatkan air bersih terus bertambah. Jika sebelumnya, kesulitan air bersih kerap dikeluhkan warga di Kelurahan Ceremeh Taba, dan beberapa kelurahan lain di Kecamatan Lubuklinggau Timur. Kali ini, kesulitan air bersih juga dikeluhkan warga disejumlah kelurahan dalam wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara. Diantaranya, Kelurahan Baturip, Kelurahan Megang dan Kelurahan Pasar Satelit.
Soalnya, kemarau yang terjadi bukan hanya membuat distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bukit Sulap (PDAM TBS) tersendat, tetapi membuat sumur di rumah-rumah warga menjadi kering.

Seperti yang diungkapkan Sutejo (45), warga Jalan Kacung, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara. Karena sumur di rumahnya kering, dia terpaksa setiap tiga hari sekali menemani dan membantu istrinya ke Sungai untuk mencuci pakaian.
“Sumur kami kering, kalaupun ado cuma cukup untuk masak, kadang-kadang nak BAB (Buang Air Besar) bae idak cukup,” ujar Sutejo saat membantu istrinya mencuci pakaian di Sungai Kelingi, Senin (9/9).
Dikatakan Sutejo, sejak kemarau, tiga hari sekali mereka rutin mencuci pakaian ke Sungai Kelingi, dengan mengendarai sepeda motor. “Kan tempatnya jauh jadi diatur tigo hari sekali baru nyuci,” jelasnya.
Sementara Rahman (50), warga Jalan Waringin, Kelurahan Megang, menjelaskan tetpaksa setiap hari mengangkut air sungai untuk kebutuhan air bersih di rumahnya. “Kalau nak datang ke sini jauh, jadi ngangkut bae,” ujarnya.
Ditambahkan Leni (27), warga Kelurahan Pasar Satelit, mengatakan bahwa sejak pagi dieinya mencuci di Sungai, Rahman sudah bolak balik mengangkut air dengan dua jeriken yang diletakan di jok motor dan pangkuannya di depan. “Selamo aku nyuci bae, sudah beramo terif dio ngangkut banyu, kalu idak kurang dari 10 kali bolak balik,” terang Leni, yang juga mengalami kondisi serupa (kesulitan air bersih). 

Dikatakan Leni, sejak pukul 07.00 WIB, dirinya sudah mulai mencuci pakaian. Namun baru mai selesai setelah waktu menunjukan sekitar pukul 10.00 WIB. “Aku lah dari pagi diantar laki aku samo anak-anak, tadi aku mandike dulu anak-anak, sudah selesai laki aku ngantar anak-anak balik, aku lanjut nyuci,” jelas Leni. Menurut Leni, dirinya yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang ayam potong, khusus kemarin sengaja libur jualan untuk mencuci pakaian. “Ini pakaian kami lah tigo hari,” ujarnya sambil menunjukan tunpukan pakaian yang sudah di cuci dan sedang dicucinya.

Tidak berapa lama, datang suaminya menjemput dengan  sepeda motor. “Nah itunah, laki aku lah jemput ,” ujarnya sabil menyelesaikan cucianya yang masih tersisa. Terpisah, Very, warga Jalan Sejahterah, Kelurahan Ceremeh Taba, berharap ada perhatian pemerintah dengan memnerikan bantuan suplay air bersih. “Kok sudah kekeringan dimana-mana, PDAM gak ada gerakan membantu warga dengan suplay air bersih melalui operasional mobil tangki air,” katanya.
Sementara itu, Direktur PDAM TBS, melalui Kabid Teknis, Hadi Purwanto, belum bisa dikonfirmasi soal bantuan distribusi air bersih yang diharapkan warga. (yat)