Warga Sembelih Kerbau Hasil Berbuat “Mesum”

Silampari Online,
LAHAT – Prosesi pemotongan Kerbau sudah dilaksanakan oleh warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat, sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (26/1/2019). Lokasi pemotongan Kerbau berlangsung di samping rumah Suwandi, Ketua Lingkungan Prumnas Griya Lematang Asri Tanjung Payang.

Dihadiri langsung oleh Camat Lahat Selatan Redy Septerson SE MM, perwakilan Polres Lahat, perwakilan Kodim 0405 Lahat, Kades Tanjung Payang Mohammad Heru beserta perangkat desa. Ada sekdes, kadus 1,2,3, dan 4, ketua lingkungan. Ada juga perwakilan dari pihak perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda maupun ibu ibu warga Prumnas Lematang Asri. Bahkan hadir juga keluarga dari Jon, mantan suami inisial NP, ikut menyaksikan pemotongan Kerbau.

Muat Lebih

Kades Tanjung Payang Mohammad Heru menyampaikan, pemotongan Kerbau ini dalam rangka sedekah kampung, karena seminggu yang lalu, inisial NP salah satu warga Prumnas Griya Lematang Asri kedapatan berbuat mesum dengan inisial Wn, pekerja asing asal Cina, di Tanjung Payang.

“Oleh secara adat, pelaku dikenakan denda pemotongan seekor Kerbau, dengan niat untuk membersihkan kampung. Nah, alhamdulillah pemotongan Kerbau sudah kita laksanakan, dengan disaksikan oleh masyarakat,” ujar Heru.

Pantauan media ini, selaku orang yang menyembelih Kerbau adalah H Musa. Beliau adalah sesepuh, tokoh adat, dan tokoh agama Desa Tanjung Payang.

Tidak ada yang sakral dalam proses pemotongan Kerbau. Kerbau dipotong layaknya hewan kurban biasa. Kedua kaki kerbau diikat dengan tali. Tali ditambangkan dengan dua pohon yang berada di dekat Kerbau. Lalu, membaringkan Kerbau ke arah kiblat. Dan Kerbau dipegang secara beramai ramai oleh warga.
H Musa, selaku petugas pemotongan, setelah membaca niat, langsung menyembelih Kerbau. Setelah dipotong, darah segar mengucur deras di leher Kerbau. Dan, pemotongan selesai dilaksanakan.

H Musa mengatakan, pemotongan Kerbau tadi diniatkan untuk membersihkan kampung ini atas izin Allah SWT. Hanya itu niatnya, tidak ada niat atau bacaan lain.

Setelah memastikan Kerbau sudah mati, selanjutnya warga yang sudah membawa kuduk (pisau) dari rumah masing masing, langsung membentangkan terbal, dan mengangkat beramai ramai Kerbau tadi. Maka dimulailah proses menguliti Kerbau. Ada yang membersihkan kulit, membersihkan perut, memotong tulang, daging, dan sebagainya.

Suwandi, Ketua Lingkungan Prumnas Griya Lematang Asri menyampaikan, ia sudah mengabarkan seluruh pihak pihak terkait, untuk menghadiri pemotongan Kerbau ini. Ia ingin, masyarakat luas dapat menyaksikan langsung bahwa Kerbau memang benar benar sudah dipotong.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak bapak dan ibu ibu yang hadir, membantu mengurusi Kerbau ini. Dimulai dari pemotongan, masak, dan nantinya pelaksanaan pembacaan doa bersama,” ujarnya.

Wawan, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Tanjung Payang menambahkan, adanya pemotongan Kerbau ini, diharapkan dijadikan pembelajaran oleh masyarakat, khususnya Desa Tanjung Payang. Bahwa, perbuatan yang kurang dilakukan, akan mendapatkan sanksi adat.

Selanjutnya nanti malam, akan diadakan doa bersama di Prumnas Griya Lematang Asri. Untuk.mendoakan agar, kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Suwandi dan Wawang belum dapat memastikan apakah Wn dan NP akan hadir di acara doa bersama tersebut.

Ardi, mewakili pihak perusahaan tempat Wn dan NP bekerja, juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat serta jajaran unsur pemerintahan Desa Tanjung Payang maupun Kabupaten Lahat, telah membantu menyelesaikan persoalan ini. (40)