Warga Serahkan Senpira ke Polisi

TERIMA : Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Hardiman saat menerima Senpira jenis kecepek dari pemiliknya yang diserahkan secara suka rela, Rabu (12/2). Foto : Ardi Wira Tri Saputra/Silampari Online.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Harom (63), salah seorang warga Desa Sawah Belau Kecamatan Saling, secara suka rela menyerahkan sepucuk senjata api rakitan (Senpira) jenis kecepek kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Tebing Tinggi.

Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Hardiman mengatakan, bahwa pihaknya sudah lama mensosialisasikan kepada masyarakat untuk segera menyerahkan kepemilikan Senpira ke polisi.

Muat Lebih

“Ya, kita sudah lama mensosialisasikan kepada warga, khususnya di wilayah hukum Polsek Tebing Tinggi, untuk segera menyerahkan kepemilikan senpira,” kata Hardiman kepada pewarta, Rabu (12/2).

Tentu saja kata Hardiman, pihaknya sangat mengapresiasi warga Desa Sawah Belau ini yang menyerahkan Senpira dengan tingkat kesadaranya sendiri.

“Kami sangat mengapresiasi kepada Harom warga Desa Sawah Belau yang menyerahkan senpiranya sendiri kepada kami, dengan kesadaranya sendiri,” ungkapnya.

Kepemilikan senjata api tanpa izin, lanjut Hardiman, adalah perbuatan pidana. Karena itu pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang darurat tentang kepemilikan senjata api. Khusus untuk Harom, karena dia secara sadar dan keinginan sendiri menyerahkan Senpirannya secara sukarela, pihaknya tidak akan membawanya ke ranah hukum.

“Kalau warga masyarakat yang kedapatan menyimpan senpira, yang nantinya akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 Tahun penjara,” ucapnya.

Sementara Harom, pemilik Senpira warga Desa Sawah Belau mengatakan, selama ini Senpira yang dimilikinya digunakan di kebun untuk memberantas hama.

“Senpira yang saya miliki memang saya gunakan di kebun, karena untuk memberantas hewan yang berkeliaran dikebun,” ujar Harun. (KHS-03)