Warga Sumut yang Eksodus dari Wamena Bertambah Jadi 293 Orang

Warga Sumut yang eksodus karena kerusuhan di Wamena, Papua. (Foto: dok. Istimewa)

SILAMPARI ONLINE

Warga asal Sumatera Utara (Sumut) yang eksodus akibat kerusuhan di Wamena, Papua, terus bertambah. Jumlahnya kini mencapai 293 orang.

Muat Lebih

Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis memastikan ratusan warga tersebut dalam keadaan baik. Mereka tersebar di beberapa posko pengungsian. Di Posko Rindam VII/Cenderawasih, tercatat ada 70 orang. Di Posko Batalyon Infanteri Raider 751 Vira Jaya Sakti sebanyak 22 orang. Kemudian di posko Masjid Al-Aqsa 1 orang dan Posko Tanah Itam 200 orang. “Kebutuhan warga, untuk sementara cukup di pos pengungsian. Namun pakaian diperlukan,” kata Riadil saat dihubungi wartawan, Minggu (6/10/2019).

Riadil menuturkan saat ini tim yang dikirim Pemprov Sumut untuk membantu warga Sumut terus bekerja. Termasuk memfasilitasi warga yang ingin kembali ke Sumut. Diberitakan sebelumnya, warga Sumut yang eksodus akibat kerusuhan Wamena tercatat sebanyak 80 orang. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memastikan akan membantu warganya yang ingin kembali ke kampung halaman.

Sebelumnya, warga asal Sumatera Utara (Sumut) yang eksodus akibat kerusuhan di Wamena, Papua, terus bertambah. Jumlahnya kini mencapai 80 orang.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan warga yang keluar dari Wamena kini berada di Rindam XVII Cenderawasih, Sentani. “Ini jumlah yang ada di Rindam. Ada juga yang mengungsi ke rumah kerabatnya,” kata Edy saat penggalangan dana ‘Sumut Peduli Wamena’ di kantornya, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (3/10/2019).

Untuk sementara, warga Sumut yang eksodus dari Wamena itu memang dipusatkan di Rindam. Lokasi itu merupakan alternatif yang terbaik hingga saat ini dan sarana yang tersedia di sana juga memadai untuk para pengungsi. Edy terus berkomunikasi dengan pemangku kepentingan di Papua, termasuk Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, yang sebelumnya pernah bertugas sebagai Kapolda Sumut.

Sumber : Detik.com