Warsito Tewas di Sungai Karena Strok Bukan Pembunuhan

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU- Penemuan Mayat Berjenis Kelamin Laki – Laki di Aliran Sungai Temam Kel. Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, sudah terungkap identitasnya. Dia bernama Warsito alias Raden (60), warga Rt. 09 Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Jumat (7/2/2020).

Bacaan Lainnya

Kapolsek Lubuklinggau Iptu Amiruddin menerangkan, hasil dari keterangan dan wawancara dengan saksi – saksi serta keluarga yg mengenali ciri ciri korban diketahui bahwa Mayat tersebut diduga benar dengan identitas yakni bernama Warsito, warga Rt. 09 Kel. Rahma Kec. Lubuklinggau Selatan I.

Lanjut mantan Kapolsek Nibung ini, menurut hasil pemeriksaan / visum luar terhadap Mayat. Hasil pemeriksaan dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau bahwa tidak ditemukannya luka – luka vital yang bisa menyebabkan kematian pada tubuh Mayat tersebut.

“Menurut isteri Almarhum, Misri, 50 Thn, IRT, Rt. 09 Kel Rahma Kec. Lubuklinggau Selatan I, korban telah meninggalkan rumah lebih kurang 5 hari, dan setelah melihat kondisi Mayat, korban mengenali Mayat tersebut melalui ciri – ciri celana pendek yang dikenakan Mayat dan terdapat luka bekas jahitan lama yang pernah didapat oleh suaminya,” tuturnya.

Kronologis jenazah Warsito,
Sekira pukul 17.00 Wib di Aliran Sungai Temam, Mayat ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang sedang memancing ikan, an. YANTO, Tani, Rt. 04 Kel. Rahma Kec. Lubuklinggau Selatan I. Dan posisi Mayat dalam keadaan tertelungkup berada ditepian Aliran Sungai Temam, tersangkut didahan pohon bambu yang menjulur ke tepian sungai. Kondisi Mayat dalam kondisi mulai membusuk / kembung, dan diperkirakan sudah kurleb 4 s/d 5 hari. Selanjutnya Kapolsek Lubuklinggau Selatan beserta Personil dan dibantu warga setempat, melakukan evakuasi terhadap Mayat, setelah itu sekira pukul 20.00 Wib Mayat langsung dibawa menuju RS. Siri Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan visum lebih lanjut.

Sekira pukul 21.00 Wib, setelah dilakukan koordinasi dengan Pihak Keluarga, bahwa mereka tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap Mayat dan meminta agar Mayat diserahkan kepada keluarga, untuk segera dilakukan pemakaman.

Lanjut dia, bahwa dari hasil pemeriksaan / visum luar terhadap Mayat, menurut hasil pemeriksaan bahwa tidak ditemukannya luka – luka vital yang bisa menyebabkan kematian pada tubuh Mayat tersebut.

Almarhum diduga meninggal karena sakit, sesuai menurut keterangan saksi – saksi dan keluarga Almarhum, yaitu memiliki riwayat penyakit Stroke.

“Almarhum meninggal bukan karena menjadi Korban Tindak Pidana Pembunuhan, dan Almarhum murni meninggal dikarenakan Sakit yang dideritanya,” terangnya.

Diprediksi, menurut keterangan saksi – saksi dan keluarga Korban, serta hasil visum Dokter RS. Siti Aisyah, diketahui Almarhum meninggal bukan karena tindak pidana Pembunuhan, namun dikarenakan penyakit Stroke yang dideritanya.
“Dimungkinkan Kejang terjatuh ke aliran sungai pada saat akan mandi di sungai,” pungkasnya. (Agus)