Waspada, Demam Berdarah Capai 118 Kasus

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Ada 118 Kasus DBD yang ditemukan di Layanan Kesehatan dari masing-masing puskesmas di delapan Kecamatan Kota Lubuklinggau. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi melalui Kasi P2M, Depit Kurniawan ketika diwawancarai Harian Silampari, Senin (22/6/2020).

Bacaan Lainnya

Dirinya mengatakan berdasarkan data Layanan Kesehatan dari Rumah Sakit dan Puskesmas jumlah 118 kasus DBD di Kota Lubuklinggau ini mulai dari Januari sampai Juni menurun. Ia mengatakan untuk di Januari ada 36 kasus, Febuari 31 kasus, Maret 31 kasus, April 11 kasus, Mei 8 kasus dan Juni baru ada 1 kasus. Lanjut Depit, dari 118 kasus DBD yang ditemukan di masing-masing puskesmas delapan Kecamatan di Kota Lubuklinggau. Kecamatan Lubuklinggau Timur I tepatnya di PKM Citra Medika merupakan peringkat pertama banyaknya kasus DBD yang ditemukan dengan jumlah 26 kasus, kemudian peringkat keduanya yakni Kecamatan Lubuklinggau Selatan II tepatnya di PKM Simpang Periuk dengan jumlah 20 kasus dan untuk peringkat ketiga yaitu Kecamatan Lubuklinggau Timur II tepatnya di dua puskesmas yaitu PKM Taba ada 10 kasus dan PKM Swasti Saba 8 kasus.

Tindak lanjut dari pihaknya setelah melihat di Kecamatan Lubuklinggau Timur I sejauh ini paling banyak penemuan kasus DBD, pihaknya akan tetap melakukan Penyidikan Epidemiologi (PE). Ia juga mengatakan PE ini dilakukan oleh pegawai puskesmas yang mana pegawai tersebut mengunjungi rumah warga berdasarkan hasil labor KDRS dari Rumah Sakit, jadi pengawai ini kunjungan kerumah kemudian nanti melakukan PE serta mencatat ada beberapa keluarga yang demam di sana. Dan melihat lingkungan sekitarnya apakah ada jentik nyamuk atau tidak, selanjutnya baru tindak lanjut dari Dinkes, apa masyarakat disana cukup dengan penyuluhan saja atau pemberian abatisasi maupun penyemprotan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi menambahkan dirinya mengimbau kepada masyarakat Kota Lubuklinggau tetap waspada yang mana saat ini sudah masuk musim penghujan banyak sekali penyakit yang datang salah satunya yakni DBD. Jadi yang paling benar dan bagus itu adalah mencegah, oleh karena itu masyarakat agar kiranya membersihkan air jangan sampai tergenang, kemudian binatang peliharaan seperti burung, ikan dan sebagainya. “Agar mereka melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan baik,”ucapnya.

Lanjut Cikwi, kemudian yang kedua masyarakat juga senantiasa melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), baik itu untuk Covid-19 saat ini maupun DBD. Sementara itu untuk tokoh-tokoh masyarakat seperti RT, Lurah dan Camat agar kiranya mengajak masyarakat untuk sering melakukan gotong royong minimal satu minggu sekali, terutama yang pembuangan limbah dan air tergenang supaya nyamuk itu tidak berkembang biak disana.

LAPORAN : Fahri-Wartawan Harian Silampari