Waspada Pampers Kadaluarsa

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Masyarakat di Bumi Lan Serasan Sekentenan khususnya yang memiliki bayi diminta tetap waspada jika menggunakan Pampers sebagai popok bayi. ‎Sebab, dalam penggunaan Pampers bayi juga memiliki masa kadaluarsa yang sudah semestinya di perhatikan warga sebagai konsumen.

Kepala Dinas kesehatan (Kadindes) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hj Mifta Hulummi melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan, Nobet Hinalongan‎ mengatakan, tidak jarang pihaknya menemukan kasus bayi alami iritasi di bagian pantat dan selangkangan. Dimana, setelah dilakukan pengecekan penyebab utama iritasi diakibatkan penggunaan Pampers yang sudah kadarluasa.

“Masyarakat harus selalu menjadi konsumen cerdas sebelum membeli produk, perhatikan label masa kadarluasanya. Sebab, untuk Pampers juga ada masa batas berlaku pemakaian,”jelas Nobert kepada Harian Silampari, Selasa (24/4) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa sebelum melakukan pembelian masyarakat harus memperhatikan beberapa trik agar terhindar dari pembelian produk yang sudah habis masa berlaku. Diantaranya, lakukan pengecekan label kadar luasa‎, perhatikan bentuk kemasan, dan terakhir perhatikan apakah ada perubahan warna dan bentuk pada kemasan. “Untuk produk yang masa berlaku habis, jika digunakan jelas bisa berdampak pada kesehatan. Sebab, Pampers bisa mengakibatkan iritasi dan gangguan kulit pada bayi,”terangnya.

Menurutnya, selama melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional maupun ritel modern di wilayah Kabupaten Mura. Maka diakui masih sering menemukan produk yang masa berlakunya habis masih dijual ke masyarakat. “Tindakan kami lakukan meminta pedagang tidak menjual lagi produk itu dan memberikan peringatan atau somasi. Jika sampai tiga kali tidak di indahkan, maka selanjutkan dilaporkan sesuai dengan hukum berlaku,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mura, Nito Maphilindo menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tim untuk melakukan pengawasan khususnya menjelang Ramadan. “Kalau pengawasan rutin kita tetap lakukan. Tapi jika pengawasan gabungan kita gabungan dengan OPD lain seperti Dinkes, Satpol PP untuk turun langsung ke lapangan,”tutur Nito.

Selain itu, pengawasan gabungan itu akan secepatnya dilakukan guna menghindari peredaran produk berbahaya serta produk-produk yang dapat merugikan konsumen. “Intinya untuk fokus pengawasan terhadap produk yang kadarluasa, mengandung zat berbahaya dan juga masalah harga,”ungkapnya.

Sedangkan, Iwan (30) warga Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, mengakui pernah mengalami pengalaman buruk ketika membeli Pampers ternama di salah satu ritel modern di sekitar permukimannya. Karena tidak terlalu memperhatikan label masa edar, dampaknya Pampers yang digunakan mengakibatkan iritasi terhadap bayi. “Kami tidak tahu kalau Pampers ada masa berlakunyo juga. Sebab, rata-rata warga membeli saja karena itu bukan produk yang bisa dimakan. Namun, Masyarakat berharap, Pemerintah dapat melakukan pengawasan dan memberikan sangsi tegas terhadap pedagang nakal yang sengaja menjual produk kadarluasa,”pintanya. (HS-03)