Wow….6000 Jiwa Belum Rekam E-KTP di Rejang Lebong

ilustrasi.net

Silampari Online,

REJANG LEBONG- Kabar mengejutkan. Cukup banyak masyarakat belum melakukan perekaman data pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Jumlahnya mencapai 6000 jiwa. Data ini merupakan hasil pembersihan data kependudukan dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Bacaan Lainnya

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Rejang Lebong, Mei Susanti Harahap menyatakan semula jumlah warga belum melakukan perekaman data mencapai 27.000 jiwa, namun setelah ditelusuri diduga data mereka itu data ganda, dan tidak ditemukan. Sehingga dilakukan pembersihan data lama.

“Jumlah data penduduk dilakukan pembersihan ini mencapai 21.000 jiwa, saat ini dari jumlah sebelumnya sebanyak 27.000-an warga yang belum melakukan perekaman data tinggal 6.000 jiwa belum melakukan perekaman e- KTP,” terang Mei Susanti pada Harian Silampari, Rabu (7/8).

Ia meneruskan penghapusan data penduduk semula masuk dalam daftar belum melakukan perekaman data, setelah petugas turun ke lapangan dengan mendatangi lokasi-lokasi yang warganya terbanyak belum melakukan perekaman.

“Kita melakukan perekaman data di tempat-tempat dengan penduduknya terbanyak belum melakukan perekaman. Ternyata datang hanya 20 orang. Kemudian setelah ditelusuri orangnya, juga tidak ada jadi memang harus dihapus dari data kependudukan ” terang Mei Susanti.

Tidak ditemukannya penduduk yang melakukan perekaman data ini, diduga karena banyak warga yang memiliki NIK ganda, lantaran nama mereka tidak sama dengan yang ada di dalam kartu keluarga (KK).

“Kebanyakan nama mereka ini tidak sama dengan yang ada di KK, misalnya Abdulah kemudian dimasukan dalam KK menjadi Dulah. Sehingga datanya tidak ketemu dan terjadi NIK ganda. Selain itu usia mereka ini sudah di atas 40 tahun. Kami kira tidak mungkin belum melakukan perekaman data,” paparnya.(HS-06)