oleh

Yusef; Belajar Daring Tak Efektif

Silampari Online 

MUSI RAWAS- SMK Pertanian Negeri 2 dengan nama baru UPT SMKN 1 Musi Rawas sesuai agenda tahunan melaksanakan PPDB  Tahun Ajaran Baru 2021/2022, daya tampung yang tersedia 5 rombel masing-masing 36 orang siswa. Pada Tahun Ajaran Baru Juli 2021 SMK Pertanian Negeri 2/UPT SMKN 1 Musi Rawas telah siap untuk melaksanakan pembelanjaran Tatap Muka secara terbatas, dengan pasilitas prokes yang tersedia, antara lain WC Siswa, Tempat Cuci Tangan, Termogan, dan masker untuk siswa dan dewan guru.

Kepala SMK Pertanian Negeri 2/UPT SMKN 1 Musi Rawas Yusep Mubarok mengatakan selama ini proses pembelajaran dilaksanakan secara daring dengan segala keterbatas dimasa pandemik, dirasa pembelajaran secara kurang efektif terutama pada mata pelajaran yang mengharuskan siswa melaksanakan praktek. Pembelajaran secara daring dilaksanakan oleh siswa di rumah masing-masing dan guru memberikan materi dari sekolah dengan memanfaatkan  fasiltas internet yang ada di sekolah, juga guru dibantu pulsa untuk melakukan pembelajan dari rumah untuk melayani pembelajaran pada siswa sesuai mata pelajaran yang diampu.

“Untuk mendukung rencana pembelajaran tatap muka, guru dan tendik sudah menjalani vaksin covid-19 di Puskesmas Muara Beliti, vaksin pertama pada tanggal 27 Mei 2021 dan vaksin ke-dua tanggal 24 Juni 2021. Untuk kelancaran prokes covid-19 di SMKN Pertanian telah dibentuk SATGAS (Satuan Tugas) Covid-19”, lanjut ia.

Yusep Mubarok lebih lanjut menjelaskan bahwa PTM akan dilaksanakan dengan sistem rotasi pembelajaran dan dengan penerapan prokes yang ketat, warga sekolah berkomitmen akan bersama-sama menjaga prokes demi keberlangsungan proses pendidikan yang bermutu nantinya.

Ia berharap Semoga Rencana PTM pada Tahun Ajaran Baru Juli 2021 berjalan dengan baik dan lancar dan terhindar dari adanya klaster baru covod-19, dan kepada orang tua siswa sekolah tidak memaksakan untuk putra putrinya belajar tatap muka, bila anaknya dalam keaadaan kurang sehat, maka pihak sekolah nantinya juga akan melarang peserta didik masuk, bila dalam keadaan kurang sehat, selanjutnya akan digantikan dengan pembelajaran daring.

 

 

(Pendi)